Tanbu Gelar Diskusi Publik Kajian Resiko Bencana

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2019-11-08

BATULICIN – Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, digelar Diskusi Publik Kajian Resiko Bencana.

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Bersujud 1, Kamis (07/11/2019), dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Bidang Pengurangan Resiko Bencana BNPB Rizki Tri Satria.

Sambutan Bupati Tanah Bumbu melalui Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Suhartoyo mengatakan pelaksanaan diskusi ini merupakan salah satu fase yang sangat penting dalam penyusunan dokumen peta resiko bencana.

“Kerena itu, melalui pelaksanaan diskusi publik ini kami berharap akan menghasilkan kesepahaman bersama dan rumusan terbaik dalam menyusun peta resiko bencana daerah,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemerintah bersama stakeholder akan memetakan titik titik rawan terjadi bencana di daerah ini.

“Kedepan kita lebih sigap, siaga dan tanggap ketika dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di daerah ini,” tandasnya.

Kepala BPBD Tanbu melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapansiagaan, Abdurahim menjelaskan Kajian Resiko Bencana ini adalah salah satu langkah awal pembuatan dokumen perencanaan kedepan dalam meminimalisir korban bencana.

Terkait itu lanjutnya, ini akan menjadi dasar pembuatan dokumen termasuk dokumen tata ruang pembangunan di wilayah ini.

“Apalagi dengan adanya dokumen ini maka akan mengeluarkan peta perbencana. Misalnya peta banjir maka akan keluar lagi 3 peta yakni peta bahaya, peta kerentanan dan peta kapasitas. Disitu nanti semua pihak terkait akan bisa membaca, wilayah mana yang tidak boleh dibangun, kerena target kita adalah indek penurunan resiko bencana,” imbuhnya.

Lanjutnya lagi, kalau indek resiko bencana tidak bisa diturunkan berarti pemerintah dianggap tidak berhasil dalam penanganan bencana.

“Logikanya kalau daerah itu sudah dianggap rawan bencana namun kita masih membangun, berarti kita tidak menurunkan indek bencana tapi justru malah menaikan.Mudah mudahan dengan adanya peta rawan bencana dan dokumen ini dapat menjadi acuan kita di Tanah Bumbu,” tuturnya. (Win)