Hadapi Covid-19, Pemkab Sidak Pasar

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id Tanggal : 2020-03-25

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, pada Rabu (23/03/2020) melakukan Sidak harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Harian Simpang Empat dan gudang distributor.

Kegiatan dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hj. Mariani dan didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, H Deny Hariyanto serta beberapa SKPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Bagian Perekonomian.

Selain bahan pokok, tim juga mendatangi beberapa Apotik untuk melihat ketersediaan alat pelindung diri (APD).

Aksi ini dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas Harga Pangan dan APD terkait dampak penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dari hasil sidak, diperoleh harga Gula berkisar Rp19.000 hingga Rp20.000/kg, Bawang Merah Rp33.000 – Rp36.000/kg, Bawang Putih Rp35.000/kg, Minyak Curah 10.000/liter, Daging sapi Rp130.000/kg, Daging Ayam Ras Rp50.000/ekor, Telur Ayam Ras Rp45.000-52.000/rak, Tepung Terigu Rp7.000/kg, Cabai Rawit Rp60.000/kg, Cabai Merah Besar Rp45.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp. 40.000/kg, Lombok Kering Super Rp100.000/kg, Beras Siam Mayang Rp55.000/lima liter, Beras Ciherang Rp35.000/ lima liter, Siam Krukut Rp48.000/lima liter, Ikan Peda Rp25.000/kg, Ikan Nila Rp40.000/kg, Ikan Bandeng Rp25.000/Kg, Ikan Tongkol Rp30.000/kg.

Sedangkan di beberapa apotik ditemukan APD dan sanitizer dalam kondisi kosong.

Dalam kesempatan itu juga disosialisasikan kepada para Pedagang pasar tentang keamanan diri dan para pembeli dengan masing masing menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun.

Diharapkan dengan dilakukannya sidak tersebut, menjadi langkah dan deteksi dini dalam menjaga stabilitas harga.

Selanjutnya SKPD terkait bersama dengan Satgas Pangan Kabupaten Tanah Bumbu juga akan melakukan pengecekan ke gudang distributor untuk mengetahui persediaan dan harga di tingkat distributor apabila dibandingkan dengan harga dipasaran.

Tim juga menghimbau pedagang untuk menjual barangnya dengan harga wajar dan para pembeli untuk belanja sesuai dengan kebutuhan.

Selain juga menghindari Panic Buying atau tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa, sehingga bisa menimbulkan ketidakseimbangan harga, dikarenakan permintaan tinggi namun stok terbatas. (Rel)