Laporan Khusus HUT Kabupaten Tanah Bumbu ke 14

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2017-04-11

Hari Jadi ke 14 Sebagai Momentum Meningkatkan Daya Saing Daerah Menuju Tanah Bumbu Hebat

Sabtu 8 April 2017, Kabupaten Tanah Bumbu genap berusia 14 tahun. Sebagai daerah otonomi baru, tidak sedikit perubahan yang terjadi di kabupaten Tanah Bumbu.

Dibawah kepemimpinan Bupati H Mardani H Maming dan Wakil Bupati H Sudian Noor, telah banyak langkah-langkah strategis yang dijalankan demi kemajuan pembangunan di daerah dan dalam upayanya meningkatkan kualitas serta kuantitas kesejahteraan masyarakat Tanah Bumbu serta masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan pada umumnya.

Di Hari jadi ke 14 Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjadikannya sebagai momentum untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah Menuju Tanah Bumbu Hebat sebagaimana yang tertuang dalam Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021 yaitu “Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai Poros Maritim Utama Serta Pusat Perdagangan, Industri, dan Pariwisata di Kalimantan Berbasis Pada Keunggulan Lokal dan Potensi Strategis Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Sejahtera, dan Berintelektual Tinggi”.

Berbagai langkah startegis pembangunan pun terus dijalankan seperti Program 1000 Guru Berprestasi, Mengembangkan Wisata Maritim, Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian dengan mendorong percepatan pembangunan Kawasan Industri Batulicin, serta melanjutkan kembali program kesehatan gratis dan program Satu Desa Satu Milyar.

 

Program 1000 Guru Berprestasi

Program 1000 Guru Berprestasi merupakan program unggulan Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2017 ini. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Bumi Bersujud.

Sektor pendidikan menjadi fokus utama dan mendapatkan perhatian yang serius oleh Bupati Mardani H Maming dan Wakil Bupati H. Sudian Noor. Secara garis besarnya, Program 1000 Guru Berprestasi ini pemerintah daerah memberangkatkan sebanyak-banyaknya guru berprestasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun.

Setiap tahunnya, pemerintah daerah akan memberangkatkan 200 guru berprestasi yang sebelumnya telah melewati seleksi oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam tahap seleksi tersebut, pemilihan tidak hanya melihat dari tingkat prestasi dari sang guru saja, namun juga dilihat dari tingkat kedisplinan dan ahlaknya.

Melalui program 1000 guru berprestasi ini, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dan Wakil Bupati H Sudian Noor mengharapkan para guru yang diberangkatkan Diklat tersebut dapat membagikan ilmunya dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di sekolah dimana tempat mereka mengajar.

Dengan ilmu yang didapat dari Diklat tersebut, para guru dapat menular ilmu yang didapat kepada guru lainnya dan anak-anak didiknya sehingga kedepannya dapat mencetak generasi penerus yang memiliki daya saing dan dapat melanjutkan pembangunan di daerah menuju Tanah Bumbu yang makmur dan sejahtera.

“Kami ingin mencetak 1000 Guru Berprestasi dalam 5 Tahun Kedepan yang dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, cerdas, berkarakter, dan berakhlak,” Sebut Bupati Mardani H Maming.

Sebagai langkah awal merealisasikan Program 1000 Guru Berprestasi, saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Bumbu sudah melaksanakan tahap seleksi dan verifikasi guru berprestasi. Untuk tahap pertama diberangkatkan sebanyak 60 Guru Berprestasi untuk mengikuti Diklat Sains IPA dan Matematika bagi Guru SD dan SMP.

Sebanyak 30 Guru SD dan 30 Guru SMP yang akan diberangkatkan pada bulan April tahun 2017 untuk mengikuti Diklat di Jakarta dengan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanah Bumbu dan juga dana CSR.

Tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dan anak didik saja, Bupati Tanah Bumbu dan Wakil Bupati Tanah Bumbu juga terus menekan angka Anak Putus Sekolah dengan meluncurkan Program Pendidikan Gratis.

Dengan program tersebut, pada tahun 2016 tercatat keberhasilan bidang pendidikan yang indikatornya dilihat dari Capaian Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Putus Sekolah (APS), Angka Kelulusan (AL) dan Angka Melanjutkan (AM).

Pada tahun 2016, APM untuk SD/MI sebesar 99,37 persen, SMP/MTs sebesar 74,80 persen, dan SMA/SMK/MA sebesar 64,39 persen. Sedangkan Angka Putus Sekolah (APS) untuk SD/MI sebesar 0,12 persen, SLTP/MTs sebesar 0,20 persen, dan SMA/MA sebesar 0,28 persen.

Untuk Angka Kelulusan (AL) SD/MI sebesar 100 persen, SMP/MTs sebesar 100 persen, dan SMA/SMK/MA sebesar 100 persen. Sedangkan Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs sebesar 83,35 persen dan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA sebesar 77,16 persen.

 

Wisata Maritim Meningkatkan Perekonomian Warga Pesisir

Kabupaten Tanah Bumbu berada di ujung tenggara pulau Kalimantan. Wilayahnya terdiri dari dataran rendah, pegunungan, dan juga lautan. Anugerah alam yang ada di Tanah Bumbu tersebut menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah.

Salah satu potensi yang terus digali oleh pemerintah daerah yaitu potensi kelautan melalui wisata maritim maupun sektor perikanan. Di Kabupaten Tanah Bumbu sendiri terdapat banyak wisata maritim yang mempesona dengan keindahan pantai dengan surga bawah lauitnya yang tak kalah menarik dari daerah lainnya di Indonesia.

Dalam upaya mengembangkan wisata maritim agar menjadi tujuan wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara, maka pemerintah daerah terus berbenah membangun sarana dan prasarana pendukung wisata tersebut yang bersinergi dengan beberapa instansi terkait terutama dalam hal pembangunan jalan menuju objek wisata, sarana penginapan, maupun sarana pendukung lainnya.

Pemerintah daerah menyadari, potensi kelautan khususnya pariwisata berpotensi meningkatkan peekonomian masyarakat pesisir dan juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah kedepannya.

Adapun objek wisata maritim yang menjadi unggulan Kabupaten Tanah Bumbu diantaranya Pantai Pagatan dengan Pesta Adat Mappanretasinya yang setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Pesta Adat Mappanretasi ini pun sudah masuk kedalam agenda wisata nasional.

Objek wisata lainnya yang menjadi unggulan yaitu Pantai Angsana dengan keindahan terumbu karangnya, Pantai Rindu Alam, Pantai Sungai Cuka Batu Buaya yang memiliki hamparan terumbu karang, serta yang baru saja di buka untuk umum yaitu Pantai Indah Lestari yang berada di Kecamatan Sungai Loban.

Pantai Indah Lestari merupakan objek wisata baru yang diresmikan untuk masyarakat umum. Selain memiliki keindahan bawah lautnya, di Pantai Indah Lestari juga dilaksanakaan Budaya Melasti setiap tahunnya yang mampu menarik wisatawan dari Pulau Kalimantan.

Agar potensi wisata maritime ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dan mampu menarik pengunjung untuk datang ke Tanah Bumbu maka berbagai upaya pun terus dilakukan dengan giat melaksanakan promosi dan menjual keindahan pantai melalui media massa dan media sosial. Tidak hanya itu, pada awal tahun 2017 yang lalu, juga telah dibuka rute penerbangan Banjarmasin – Batulicin – Makassar dan Makassar – Batulicin – Banjarmasin untuk menarik wisatawan berkunjung ke Tanah Bumbu.

Konsep kedepanya pada sektor kepariwisataan ini, pemerintah daerah akan mengemas potensi wisata melalui event-event yang digelar setiap bulannya sehingga objek wisata ini dapat dikenal oleh masyarakat luar.

 

Kawasan Industri Batulicin Mempercepat Laju Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Percepatan pembangunan Kawasan Industri Batulicin terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai wujud Implementasi Peraturan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Program Strategis Nasional yang menetapkan Batulicin masuk dalam proyek strategis nasional.

Kawasan Industri Batulicin (KIB) merupakan kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang terletak di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Keberadaan KIB diharapkan dapat memacu dan meningkatkan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dengan memberi peluang kepada dunia usaha untuk berperan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah melalui investasi yang ditanam di Kawasan Industri Batulicin.

Selain itu, diharapkan juga mampu menyerap ribuan tenaga tenaga kerja lokal yang tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Tanah Bumbu serta menurunkan angka pengangguran di Bumi Bersujud.

Sejauh ini, progres perkembangan KIB yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk Percepatan pembangunan kawasan tersebut , yaitu, Telah disusun beberapa dokumen perencanaan pembangunan kawasan industri, telah ditunjuk badan pengelola industri, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi selaku pemilik aset lahan, melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, telah disiapkan renstra kawasan industri, pusat kajian inovasi, zonasi kawasan industri, Rencana Kerja Tata Ruang (RDTR) sekitar kawasan industri, Detail Engineering Design (DED) Kawasan Industri, serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kawasan Industri.

Untuk mendukung kegiatan usaha di Kawasan Industri Batulicin sejauh ini terdapat infrastruktur dan fasilitas pendukung seperti, keberadaan bandara yang berjarak 3 Km dari Kawasan Industri, terdapat 2 Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah dengan tipe C yaitu RSUD Andi Abdurrahman Noor yang jaraknya 15 Km dari Kawasan Industri serta RS Madina milik swasta tipe C berjarak 1 Km dari Kawasan Industri. Selain itu juga terdapat jalan lingkar sepanjang 19 Km, Right Of Way (ROW) 30 meter menghubungkan Pusat Pemerintahan dengan Kawasan Industri dan Menuju Pelabuhan.

Tidak hanya mendorong percepatan pembangunan Kawasan Industri Batulicin, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga tengah menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki keahlian yang nantinya akan mengisi slot tenaga kerja lokal diperusahaan-perusahaan yang berdiri di Kawasan tersebut.

Saat ini di Tanah Bumbu terdapat SMK dan Politeknik Batulicin yang lulusannya siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Batulicin nantinya.

Dilain sisi, pemerintah daerah juga tengah menyiusun beberapa usulan rencana pembangunan pendukung Kawasan Industri Batulicin yang perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi diantaranya, Pembangunan Jembatan penghubung Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut sepanjang 6,5 Km, FS Jalan Kawasan Industri ke Pelabuhan, Pembangunan Jembatan dalam kota Batulicin sepanjang 143 Meter, Pembangunan Jalan dalam Kawasan Industri sepanjang 12.000 meter, Pembangunan Jalan Akses Kawasan Industri ke Pelabuhan sepanjang 20.570 meter, Peningkatan SPAM IKK Karang Bintang untuk suplai air bersih terutama ke Kawasan Industri dengan kapasitas 50 liter/detik, Pembangunan IPA 20 liter/detik di Komplek Perkantoran Gunung Tinggi dengan kapasitas 20 liter/detik, Peningkatan SPAM BNA BAtulicin dengan kapasitas 50 liter/detik, Penyusunan Dokumen Lingkungan dan DED Pembangunan IPA (WTP) Kawasan Industri, Pembangunan Balai Latihan Kerja, Penyusunan Dokumen Lingkungan dan DED Pembangunan IPA L (WWTP) Kawasan Industri (2018), Penyusunan DED Rusunawa Kawasan Industri, Pembangunan IPA, Intake SPAM Karang Bintang dengan kapasitas 300 liter/detik, Pembangunan IPA dan Jaringan Distribusi BNA Batulicin dengan kapasitas 200 liter/detik (2019-2020), Pembangunan Booster Pump Kawasan Industri Kapasitas 500 liter/detik, Pembangunan IPAL Komunal dan Jaringan Perpipaan skala Kawasan pada Kawasan Industri, Pembangunan Rusunawa Kawasan Industri dengan 2 tower kapasitas 200 KK, Pembangunan Power Plant untuk pemenuhan energy pada kawasan industri. Penyusunan FS, MD, DED sampai dengan pembangunannya dengan kapasitas sampai dengan 500 MW, serta Perencanaan dan pembangunan fasilitas Politeknik.

 

Bibit Padi Unggul Untuk Petani

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan melalui swasembada beras, maka pemerin terus mendorong terwujudnya program nasional tersebut. Dukungan penuh pemerintah daerah yaitu dengan memberikan bibit unggul kepada para petani yang ada bumi bersujud.

Pemberian bibit unggul kepada petani ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas padi yang saat ini hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Ketidakmampuan dalam hal meningkatkan produktifitas tersebut di pengaruhi oleh bibit yang ditanam oleh petani kurang bagus.

Oleh sebab itu, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming pun berencana akan membagikan bibit padi unggul kepada para petani. Sebagai langkah awal untuk mendapatkan bibit benih padi unggul tersebut, Bupati Mardani H Maming mendatangkan ahli pertanian lulusan Jepang yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktifitas serta mensejahterakan petani.

Sejauh ini, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dengan dibantu tenaga ahli pertanian sudah melaksanakan penangkaran bibit padi