Bupati Minta Lakukan Perencanaan Penanggulangan Bencana Dengan Baik

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2017-05-18

BATULICIN – Kepada pihak yang terlibat dalam penanggulangan Bencana agar melakukan perencanaan penanggulangan tersebut secara baik. Menurutnya perencanaan yang baik maka penanggulannya pun akan menjadi lebih baik.

Hal ini dikatakan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming melalui Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan DR. Ambo Sakka saat memimpin Apel Siaga Bencana dan Gelar Peralatan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) dihalaman Kantor Bupati, Kamis (18/5) di Gunung Tinggi.

Dia menyampaikan, pada saat ada gejala bencana diperlukan langkah strategis melalui tindakan daruratnya, hal ini harus secepatnya direspon. Dengan demikian peran camat dan perangkat diwilayahnya sangat dibutuhkan guna membentuk posko posko di Kecamatan masing-masing.

“pesan Bapak Bupati jangan menunggu ada bencana baru ada posko. Sehingga begitu ada bencana maka personil dan sarana sudah siap sedia,” ungkapnya.

Kemudian dari pasca Bencana lanjutnya, dibutuhkan koordinasi yang cepat dengan pihak terkait, terutama konektivitas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) dengan BNPB Provinsi.

“Jangan sampai koordinasi dan membangun konektifitas itu terlambat kerena data penanggulangan dampak penanggulangan bencana itu sangat dibutuhkan. Sedangkan kita tahu korban bencana itu membutuhan pada saat terjadinya bencana,’’Jelasnya.

Dia menambahkan, dengan perencanaan ini telah membuktikan bahwa pihak terkait senantiasa waspada dan siap siaga terhadap bencana alam yang kapan saja bisa terjadi.

“Kesiap-siagaan ini menjadi sangat penting, kerena berdasarkan tinjauan letak geografis dan kondisi geologi Indonesia secara umum Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana alam. Seperti bencana banjir, kebakaran, badai, gelombang pasang air laut, angin puting beliung, dan tanah longsor”Bebernya.

Tercatat di tahun 2015 lalu, bencana alam yang banyak terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan dengan jumlah kejadian 474 kali kebakaran hutan dan lahan, 39 kali kebakaran hunian penduduk dan banjir 1 kali hingga menelan korban jiwa.

Sedangkan ditahun 2016 bulan januari sampai Desember sebanyak 47 kali kebakaran hunian penduduk, 18 kali kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor 1 kali dan musibah banjir sebanyak 4 kali.

Sementara itu berdasarkan prakiraan cuaca oleh BMKG, musim kemarau diawali pada bulan Mei 2017.

(Win/MC.Tanbu)