Cara Bupati Tanbu Untuk Sejahterakan Petani

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2017-06-07

BATULICIN – Setelah sukses dengan Program Tri Dharma Pembangunan yang mana program tersebut menjadi unggulan Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H Maming yakni Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis, dan Pembangunan Infrastruktur. Kini, Bupati Tanbu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Bumi Bersujud.

Pada awal tahun 2017 ini, Bupati Mardani H Maming bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk menjadikan Tanah Bumbu sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk mensejahterakan para petani Tanah Bumbu.

Menurut Bupati, potensi lahan pertanian yang ada di Tanbu sangat luas dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mensejahterakan para petani itu sendiri. Salah satu caranya yaitu saat ini pihaknya membagikan bibit unggul padi jenis inpari 32 dan padi gogo yang diberi nama Bibit Unggul Padi H Maming.

“Bibit unggul ini kami berikan secara gratis kepada para petani. Kami berharap dengan bibit unggul ini perekonomian petani lebih meningkat,” sebut Bupati Mardani H Maming pada saat kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Desa Karang Intan dan Desa Ringkit Kecamatan Kuranji, Rabu (7/6) malam.

Bibit Unggul Padi H Maming ini diperoleh dari tenaga ahli pertanian yang hasilnya dari bibit unggul itu nantinya ditanam oleh petani Tanah Bumbu.

Kelebihan dari bibit unggul padi sawah jenis inpari 32 ini dalam satu hektar sawah mampu menghasilkan 8 hingga 9 ton padi.

Selain membagikan bibit unggul gratis, Pemerintah Daerah juga akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun pabrik beras sehingga hilir mudiknya hasil pertanian dapat dikelola oleh pemerintah. Dan diharapkan kedepannya, Tanah Bumbu menjadi produsen beras yang mampu bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

Tidak hanya tanaman padi saja, pada tahun 2018 nanti pemerintah daerah juga menggalakkan tanaman lainnya seperti serai, talas, sawit, dan karet dengan cara tumpang sari.

(Rel/MC.Tanbu)