Menkes RI Buka Pertibanua dan SBH di Tanah Bumbu

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2017-07-23

BATULICIN – Menteri Kesehatan RI Nila Juwita F Moeloek secara resmi membuka Perkemahan Pramuka Bhakti Sabanua (Pertibanua) ke V da Kalimantan Selatan. Sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Saka Bhakti Husada (SBH) Nasional ke 32.

Kegiatan yang di gelar selama 4 hari di Pantai Rindu Alam Kecamatan Kusan Hilir di buka, Minggu (23/7) ditandai dengan pemukulan Gong oleh Menkes RI.

Selain itu, kedatangan rombongan Menteri dari Kabinet Gotong Royong ini di dampingi beberapa pejabat Kementerian Kesehatan. Kemudian di sambut Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming bersama Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor.

Tak ketinggalan Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Kalsel Hj. Raudhatul Jannah, Ketua Tim Penggerak PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani di dampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Tanbu Hj. Sadariah Sudian Noor serta sejumlah Pejabat jajaran Propinsi Kalsel maupun Pemkab Tanbu.

image

Dikesempatan itu Menkes RI mengajak para pemuda pemudi melalui Pramuka serta melalui peringatan Saka Bhakti Husada agar bisa memberi kontribusinya, baik meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

Lanjutnya, Bangsa ini memerlukan pemuda dan pemudi yang terampil sekaligus punya pengetahuan. Oleh kerena itu Saka Bhakti Husada punya maksud meningkatkan citra mengenai kesehatan.

“Saya menitipkan pesan, mari kita menjadi pelopor atau agen perubahan dalam pola hidup bersih dan sehat. Justru ini yang kita harapkan kedepan bahwa anak-anak kita adalah generasi yang mengerti akan hidup sehat,” kata Menkes saat memberikan sambutan.

Dia menambahkan. Kementrian Kesehatan sudah mempunyai berbagai pola agar masyarakat bisa kembali pada hidup sehat dan bersih kembali baik pada pencegahan dan promotif.

“Kita tidak menginginkan masyarakat jatuh sakit dan tidak pula menginginkan jadi sakit-sakitan sehingga tidak produktif,” imbuhnya.

Dengan demikian sambungnya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Itu berarti kaum muda adalah kaum yang produktif namun diharapkan dapat membantu kaum yang tidak produktif yaitu kaum lansia dan anak anak.

Dia menyebutkan kaum muda pada tahun 2030 akan berjumlah cukup untuk mengatasi kaum yang tidak produktif.

“Namun saya mengingatkan melalui gerakan Pramuka mari kita tingkatkan cara berprilaku yang baik terhadap kaum tidak produktif , sementara kita menjadi manusia yang produktif hingga negara pun akan bangga atas prilaku kita,”terangnya.

Sementara itu Perkemahan para kontingen dimulai 21 juli hingga 24 juli.
dihadiri kontingen Kwarcab di 13 Kabupaten Kota serta sejumlah Pramuka Poltekes dan Stikes se Kalimantan Selatan.

(Win/MC.Tanbu)