Integrasikan Pertanian dan Peternakan, BI – Pemkab Tanbu Gelar FGD

Sumber : Media Center Tanggal : 2018-07-24

Dalam rangka penetapan program kerja sinergi program tahun 2018 Klaster Padi Unggul Organik Terintegrasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menggelar Forum Grup Discussion (FGD), Selasa (24/7) di Kantor Bupati Tanah Bumbu.

Kepala Bagian Perekonomian Tanbu, Didi Ali Hamidi mengatakan pengembangan padi unggul organik di Tanah Bumbu merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya yang dituangkan dalam MoU antara KPw BI Provinsi Kalsel dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, program klaster padi unggul di Tanah Bumbu dimulai sejak tahun 2013 dengan pilot projects adalah kelompok tani Desa Saring Sungai Binjai Kecamatan Kusan Hilir. Dan dilanjutkan pada tahun 2016 s.d 2018 sebagai pilot projects kelompok tani Desa Karang Mulya Kecamatan Kusan Hulu dan Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana.

Melalui kerjasama ini, sebut Kabag Perekonomian, diharapkan para petani di Tanbu dapat mengembangkan kapasitas diri dan juga mampu meningkatkan produksi tanaman padi para petani.

“Kerjasama yang dilakukan ini tentunya sangat menguntungkan, selain para petani dilatih cara meningkatkan produksi juga diberikan pembinaan SDM agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” Ucapnya.

Ia menambahkan, terkait FGD kali ini membahas mengenai pencapaian program pengembangan klaster padi unggul tahun 2017 dan rencana program kerja sinergi program pengembangan klaster padi unggul tahun 2018.
IMG-20180724-WA0077

Diskusi ini di ikuti oleh pihak KPw BI Kalsel, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam hal ini Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, BPN, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro, Bagian Perekonomian, Perusda, Camat, Kades, Kelompok Tani, dan Kelompok Ternak.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Alvian Noor saat membuka FGD berharap program kerjasama bidang pertanian ini dapat terus terjalin.

“Harapannya kerjasama dengan BI ini tidak hanya pada sektor pertanian saja, namun juga kerjasama disektor peternakan seperti ternak sapi atau kambing,” sebutnya.

Sementara itu, Konsultan KPw BI Kalsel, Untung Torang, mengatakan pihaknya akan mengintegrasikan pertanian dengan peternakan. Sebagai contoh, ujarnya, kotoran sapi jika dimanfaatkan dengan baik maka keuntungannya sangat besar. Harga kotoran sapi bisa mencapai harga dari sapi tersebut.

Tidak hanya itu, jerami pun juga bisa menjadi makanan ternak jika dipermentasikan. Melalui pengintegrasian ini kami ingin peternakan mendukung pertanian, dan sebaliknya pertanian juga mendukung sektor peternakan.

Terkait rencana program kerja sinergi tahun 2018 diantaranya melakukan inventarisasi lahan, pengembangan peningkatan produksi melalui pengembangan padi organik menggunakan MA 11, pembuatan pupuk kandang dan pestisida organik, pemanfaatan urine sapi untuk pestisida, pengendalian hama penyakit, pengembangan jaringan irigasi, pengembangan usaha peserta klaster, pembinaan SDM peserta, peningkatan penanganan pasca panen, kegiatan panen dan koordinasi.