Warga Eks Lokalisasi Kapis Beralih Ke Usaha Perkebunan

Sumber : Media Center Tanggal : 2018-09-21

Warga kawasan eks lokalisasi Kapis Desa Batu Ampar mulai mengalihkan mata pencahariannya ke jenis usaha baru.

Setelah dilakukan penertiban oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, kini daerah itu terlihat sepi.

Warga yang sebelumnya mengandalkan mata pencaharian melalui aktivitas terlarang itu sudah mulai mengalihkan usahanya ke bidang perkebunan.

Terlihat dilokasi itu, pada Kamis (20/09) sekitar rumah yang biasa digunakan sebagai tempat praktik prostitusi dimanfaatkan sebagian tanahnya oleh warga untuk budidaya sayur mayur seperti Lombok dan Terong.

Sedangkan tanah kosong yang lebih luas milik masyarakat dikawasan itu mulai dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan pengakuan Senen, Ketua RT 07 di Kapis Baru, setelah ditertibkannya kawasan ini, otomatis warganya kehilangan beberapa pekerjaan.

“Untuk menyambung hidup, kami mencoba memanfaatkan lahan yang ada untuk berkebun dan hasilnya nanti akan kami jual meskipun tak seberapa,” kata Senen.

Beralihnya aktivitas warga juga diungkapkan Sugito. Sebelumnya dia mengandalkan pendapatan sebagai jasa keamanan di lokalisasi tersebut. Kini mulai mengalihkan ke pertanian Jagung.

“Dengan aktivitas baru ini kami mengharapkan kepada dinas terkait agar kiranya memberikan bantuan berupa pupuk atau pakan sehingga usaha di lokasi ini dapat terus dikembangkan,” pintanya.

Sementara itu pantauan di Kapis Lama juga tak terlihat adanya aktivitas terlarang itu. Dimana warga yang memiliki rumah di lokasi tersebut sudah merobohkannya secara bertahap.

“Jumlah rumah di sini ada 20 unit, sebagian ada yang dibongkar dan ada pula yang menjual dengan harga murah, daripada dirobohkan lebih baik kami jual,” ucap Ketua RT 04 Ahrani.

Kepala Satpol PP Damkar Tanbu melalui Kabid Peraturan Perundang undangan Zaelani SH mengatakan, pihaknya turut mengapresiasi atas usaha baru yang akan digeluti warga Kapis Baru ini.

Meskipun beberapa warga disitu mengalihkan sumber pendapatannya ke perkebunan, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan pengawasan di wilayah ini. Sehingga praktik-praktik yang dilarang pemerintah tidak terulang kembali.

“Kami tegaskan jangan coba coba membuka usaha praktik terlarang itu, apalagi main kucing-kucingan, kami akan terus mengawasi dan memantau tanpa batas,” tandasnya.