BPJS Ketenagakerjaan Sasar Pelaku Usaha Mikro Jadi Peserta BPJS

Sumber : Media Center Tanggal : 2018-10-18

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin bekerjasama dengan Dinas Tenagakerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop dan UM) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro.

Sosialisasi dibuka Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor diwakili Asisten Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan H Avian Noor, Rabu (17/10) di Hotel Ebony Batulicin.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Aris Priyo Wibowo, mengatakan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Forum Group Discution (FGD) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari hasil FGD tersebut, maka dilaksanakan sosialisasi yang pesertanya dikhususkan bagi koperasi dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Masih minimnya pengetahuan masyarakat dengan keberadaan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga perlu dilaksanakan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini,” sebutnya.

Dengan sosialisasi ini diharapkan koperasi dan pelaku usaha mikro mengetahui program BPJS Ketenagakerjaan sehingga tertarik untuk menjadi peserta BPJS.

IMG-20181017-WA0014

Adapun program BPJS Ketenagakerjaan diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). JKK ini merupakan jaminan yang memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan dalam hubungan kerja termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Pada JKK ini, pekerja atau pelaku usaha di Kabupaten Tanah Bumbu jika terjadi kecelakaan kerja berhak menerima biaya pengangkutan dari lokasi kecelakaan menuju ke pelayanan kesehatan. Biaya pengangkutan tersebut dimulai dari Rp 1 Juta sampai Rp 2,5 Juta.

Selain JKK, peserta juga menerima manfaat lainnya seperti biaya pengobatan dan perawatan, santunan cacat, santunan kematian, dan biaya rehabilitasi berupa alat bantu bagi peserta yang anggota badannya hilang dan tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja.

Selanjutnya juga ada bantuan beasiswa yang mana bantuan beasiswa ini berlaku untuk 1 (Satu) anak peserta yang masih sekolah Sebasar Rp 12 Juta untuk setiap peserta apabila peserta meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja.

Tidak hanya itu, program BPJS Ketenagakerjaan juga menjangkau Jaminan Kematian (JKM). Jaminan Kematian ini diperuntukan bagi ahli waris pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. JKM ini diperlukan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman dan uang santunan. Adapun total santunan JKM sebesar Rp. 24 Juta.

Program lainnya yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Untuk bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini, maka pemberi kerja ataupun pekerja bisa datang atau menghubungi Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Sementara itu, Kepala Disnakertranskop dan UM Tanbu, Suhartoyo, mengatakan peserta sosialisasi ini selain koperasi dan pelaku usaha mikro juga dihadiri oleh perwakilan dari Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Kabupaten Tanah Bumbu.

Suhartoyo mengatakan semua pekerjaan pasti ada resiko kecelakaan kerja. Bukan hanya bagi para pekerja perusahaan besar saja, namun juga berlaku bagi pelaku usaha mikro.

Adanya BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat melindungi para pekerja dan pelaku usaha dari biaya kecelakaan kerja.

Asisten Bidang Ekonomi Keuangan dan pembanguan, H Avian Noor menambahkan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan koperasi dan pelaku usaha di Tanah Bumbu dapat mengetahui program BPJS Ketenagakerjaan dan manfaat yang diterima jika menjadi pesertanya.

Ia mengatakan selama ini hanya karyawan perusahaan saja yang menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Sekarang, saatnya juga pelaku usaha mikro juga harus merasakan manfaat dari program ini.

Selain dihadiri pelaku usaha mikro dan koperasi, pada sosialisasi ini juga menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu selaku narasumber.

Usai sosialisasi, pelaku usaha dan koperasi yang tertarik untuk menjadi peserta dibantu oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan untuk mengisi formulir pendaftaran.