Diklat Perkoperasian Bagi Kelompok Wanita Produktif di Tanah Bumbu

Sumber : Media Center Tanggal : 2018-11-13

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop dan UM) Kabupaten Tanah Bumbu mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Perkoperasian bagi Kelompok Wanita Produktif di Tanah Bumbu.

Diklat dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian Manurung Kusan Hilir berlangsung dari tanggal 12-15 Nopember 2018 dengan narasumber dari Balai Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan.

Diklat dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, H Gustava Yandi dan dihadiri Kepala Balai Diklat Koperasi dan UKM Kalsel Ramlan, dan jajaran Disnakertranskopkop dan UM Tanbu.

Materi pelatihan meliputi peraturan perkoperasian, manajemen koperasi, peluang usaha koperasi, dan partisipasi anggota koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, H Gustava Yandi mengatakan pelatihan digelar dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan terkait perkoperasian.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tanbu yang sudah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini. Saya harap kegiatan pelatihan ini dapat diikuti oleh peserta Diklat dengan sebaiknya sehingga menambah wawasan dan pengetahuan perkoperasian di Tanah Bumbu,” sebutnya.

Gustava Yandi mengungkapkan, saat ini koperasi di Kalsel sebanyak 2.500 koperasi. Dari jumlah tersebut yang aktif 1.700 koperasi dan tidak aktif 800 koperasi.

Dalam hal pembinaan, sebutnya, Dinas Koperasi dan UKM fokus pada koperasi yang aktif saja.

Ia mengatakan, indikator keberhasilan koperasi dapat dilihat dari RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali.

Menurutnya, lemahnya SDM jadi permasalahan berkembangnya koperasi. Selain itu juga pasifnya anggota. Padahal keaktifan anggota terkait hak dan tanggungjawabnya di perkoperasian sangat menentukan berkembang tidaknya sebuah koperasi.

“Kami berharap koperasi di Kalsel lebih maju, berkualitas, dan berhasil. Banyak contoh koperasi yang maju di Indonesia. Bahkan menjadi penggerak ekonomi suatu daerah. Ada yang omsetnya mencapai triliunan rupiah. Ini karena pengurus, anggota, dan pengawasnya bisa dipertanggung jawabkan,” katanya.

Kuncinya keberhasilan koperasi adalah kepercayaan dari anggota kepada pengurus.

Untuk itulah dengan pelatihan ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas anggota, pengurus dan pengawas koperasi agar koperasi di Kalsel menjadi maju dan sukses.