Bupati Ingin Baca Al-Qur’an Jadi Hobi Anak-Anak di Tanah Bumbu

Sumber : Media Center Tanggal : 2018-11-15

Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, ingin agar anak-anak menjadikan baca Al-Qur’an sebagai hobi.

Keinginan Bupati tersebut mengingat saat ini anak-anak lebih sering bermain dengan gadget atau handphone yang membuat mereka lupa waktu.

Sebagai salah satu upaya untuk membendung anak-anak dari hal yang negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan dampak negatif dari kemajuan teknologi, maka pemerintah daerah meluncurkan program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz.

Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz ini akan bersinergi dengan BKPRMI. Tujuan program ini adalah untuk mencetak penghafal Al-Qur’an di Bumi Bersujud.

“Saat ini di Tanah Bumbu ada sekitar 700 mesjid dan mushola yang bisa dijadikan tempat untuk kegiatan menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut Bupati, diharapkan dengan adanya Rumah Tahfiz ini anak-anak lebih disibukkan dengan hafalan Qur’an sehingga mereka lupa dengan handphone yang membuat mereka lupa waktu.

Keberadaan Rumah Tahfiz ini diharapkan pula mampu meningkatkan motivasi generasi muda untuk giat mempelajari, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.

Agar anak-anak termotivasi dan hobi, serta gemar membiasakan membaca Alquran maka disetiap acara pemerintah daerah Bupati ingin acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

“Saya ingin setiap acara pemerintah maupun perusahaan dimulai dengan membaca ayat suci Al-Qur’an. Baik itu oleh anak-anak maupun orang dewasa,” kata Bupati pada saat menghadiri Peresmian Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Borneo Indobara (BIB) di Desa Karang Indah, Kecamatan Angsana, Rabu (14/11).

Selain itu, Bupati juga menyampaikan keinginannya agar dilaksanakan kegiatan maghrib mengaji dimasing-masing rumah bagi pemeluk agama Islam.

Bahkan Bupati berharap, agar setiap Masjid dan Mushola menjelang sholat diisi dengan suara mengaji oleh anak-anak maupun orang tua.

“Jangan suara dari kaset yang diputar, tapi suara anak-anak kita yang mengaji membaca ayat suci Al-Qur’an Yanng diperdengarkan menjelang waktu sholat,” ucapnya.