Pemkab Hadirkan Balai Riset KKP Untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2019-06-27

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki daratan dan garis pantai yang luas. Oleh karena itu, Kabupaten hasil pemekaran ini memiliki potensi yang besar di sektor perikanan.

Dari data yang ada, kondisi perikanan di Tanah Bumbu yakni luas tambak produktif 3.457 ha atau yang baru tergarap 26,39 persen dari luas potensi 13.098 ha.

Sedangkan kolam, keramba, dan jaring apung yang baru tergarap 101 ha atau 2 persen dari potensi 6.000 ha.

Kemudian jumlah RTP secara keseluruhan sebanyak 3.308 RTP. Sedangkan produksi kelautan dan perikanan pada tahun 2018 sebanyak 48.441,44 ton terdiri dari perikanan tangkap, budidaya tambak air payau, perairan umum, budidaya air tawar atau kolam, budidaya jaring apung, rumput laut, dan keramba.

Melihat besaran produksi perikanan yang dicapai secara mikro telah terpenuhi dimana hasil produksi yang dicapai sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan perikanan, serta penjualan ke berbagai daerah diluar Tanah Bumbu. Namun disisi lain masih jauh dari harapan karena belum dapat memberikan nilai tambah terhadap nelayan sebagaimana yang diharapkan.

SDM yang ada saat ini hanya mampu menghasilkan produk hasil tangkapan saja, namun belum mampu menghasilkan produk olahan atau upaya lainnya yang semestinya dapat dijadikan produk unggulan daerah.

Dalam upaya memaksimalkan potensi yang dimiliki utamanya pada sektor perikanan, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mengadakan Rapat Koordinasi Orientasi Pengembangan Sektor Perikanan dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Rakoor Orientasi pengembangan sektor perikanan dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi perikanan agar menjadi roda penggerak pembangunan daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

“Pengembangan sektor perikanan ini sangat penting mengingat sektor perikanan di Tanbu sangat potensial untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk nelayan,” sebut Wakil Bupati H Ready Kambo, saat membuka orientasi Kamis (27/06/2019) di Ruang Bersujud, Kantor Bupati.

Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan orientasi ini juga dapat menambah keterampilan dan pengetahuan para pelaku usaha sektor perikanan di Tanah Bumbu.

Dalam pembangunan sektor perikanan, sambung Wabup, diharapkan kedepanya tidak lagi berorientasi pada hasil tangkap dan budidaya saja tetapi bagaimana komoditas perikanan dapat diolah secara inovatif dan kreatif sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk akhirnya.

“Tentunya secara tidak langsung juga akan meningkatkan pendapatan bagi para nelayan itu sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) H Rooswandi Salem, mengatakan Potensi Tanah Bumbu yang memiliki garis pantai yang luas tersebar di enam Kecamatan dan ditambah potensi perikanan budidaya tentunya sangat potensial untuk dikelola secara professional sehingga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah serta mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di daerah ini.

Menjadikan sektor perikanan sebagai keunggulan lokal sejatinya merupakan strategi mendasar dalam mengoptimalkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Diakui Sekda, pengembangan sektor maritim di Tanah Bumbu masih belum sempurna. Meski sudah ada produk unggulan hasil perikanan, namun masih perlu untuk dimaksimalkan lagi.

“Kehadiran Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada hari ini tentunya menjadi kesempatan yang bagus bagi pemerintah daerah untuk lebih giat lagi menggali potensi perikanan agar lebih maksimal,” ujar Sekda.

Sekda berharap pertemuan dengan pihak Balai Besar Riset KKP tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan terkait produk perikanan saja, tetapi juga adanya transfer teknologi dan lainya.

“Diharapkan Tanbu memiliki ciri khas hasil pengolahan perikanan yang mampu bersaing di tingkat nasional,” harapnya.

Adapun Narasumber orintasi pengembangan sektor perikanan yakni Kepala Balai Besar Riset Pengelolaan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hari Eko Irianto, memaparkan materi Industrialisasi Perikanan Dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk.

Sedangkan Peneliti Muda Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan, M Dharmawan, memaparkan rencana pengembangan produk perikanan Tanah Bumbu tahun 2020.

Menurut Dharmawan banyak komponen dari Ikan yang bisa dimanfaatkan selain daging ikan itu sendiri, seperti pemanfaatan kepala ikan yang diolah jadi tepung dan pakan. Kemudian tulang dan kulit yang diolah jadi cemilan kerupuk dan lainya.

Utamanya adalah ikan non ekonomis tapi coba dimaksimalkan sehingga menjadi produk olahan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor menyambut baik kedatangan Balai Besar Riset KKP ke Tanah Bumbu.

“Semoga kedatangan ini memberikan berkah dan manfaat bagi masyarakat Tanah Bumbu, utamanya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebut Bupati.

Usai Rakoor orientasi Pengembangan Sektor Perikanan, agenda selanjutnya dari Pemkab Tanbu dan Balai Besar Riset KKP rencananya akan menggelar pelatihan pengolahan produk perikanan khas Tanah Bumbu.

Rakoor kali ini, selain dihadiri SKPD terkait juga dihadiri Penyuluh Perikanan se-Tanah Bumbu, dan para pembudidaya sektor perikanan. (Rel)