Sekda : Pemkab Akan Segera Terapkan Konsep Eco Office dan Hidupkan Kembali Budaya Jum’at Bersih

Sumber : http://mc.tanahbumbukab.go.id/ Tanggal : 2019-06-29

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) dalam waktu dekat akan menerapkan konsep perkantoran dengan konsep Eco Office. 

“Selain itu, guna lebih membumikam konsep itu, Pemkab Tanah Bumbu juga akan kembali menghidupkan budaya jum’at bersih dilingkungan masyarakat khususnya di wilayah perkotaan yang mulai memudar”, sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu Rooswandi Salem kemarin.

Terkait konsep eco office sendiri sejauh ini sudah diterapkan beberapa kantor kementerian yang salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan sejumlah instansi swasta. 

Untuk diketahui, konsep Eco-Office merupakan konsep kantor peduli lingkungan yang menerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantorannya. 

“Konsep itulah yang dalam waktu dekat ini akan kita terapkan di lingkup perkantoran Pemkab Tanah Bunbu”, sebutnya

Tujuan dari diterapkannya konsep eco office terang Sekda, yakni guna menciptakan lingkungan perkantoran yang bersih, indah, nyaman dan sehat. Secara implikatif, konsep ini dapat diwujudkan melalui kesadaran bersama jajaran pegawai Pemkab Tanbu dari semua jenjang dan  semua lini untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan perkantoran, baik di lingkup dalam ruang perkantoran maupun dilingkup luar bangunan perkantoran. Selain itu, yang menjadi landasan pokok dari diterapkannya konsep eco office itu sambungnya, seluruh pegawai dan unsur-unsur Pemkab Tanbu harus punya pemahaman bersama bahwa prinsip dasar dari konsep eco office itu adalah bagaimana jajaran pemerintah daerah mampu melakukan penghematan energi dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan baik.

“Artinya baik di dalam kantor maupun di luar kantor harus bersih, indah, dan nyaman tidak hanya bagi kita semua sebagai pegawai maupun bagi masyarakat yang datang dan berurusan di kantor kita. Dan hal utama yang harus kita pahami bersama adalah, prinsip dasar dari konsep eco office adalah bagaimana kita mampu menghemat energi listrik, internet, air bersih dan energi lainnya, dan bagaimana kita memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita seperti lingkungan ekologi sekitar kantor dan sumber daya lainnya yang berpotensi mempunyai daya dukung dari pengembangan konsep eco office”, kata Sekda.

Dalam tatanan implementasinya papar Sekda lagi, penerapan eco office yang di lakukan pemerintah daerah harus menjadi wujud nyata bahwa pemerintah daerah merupakan pelopor dan tauladan bagi penerapan hidup bersih dan sehat yang salah satunya melalui kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan perkantoran.

Setidaknya dengan begitu,  pemerintah daerah telah mengajak dan mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan kepada masyarakat yang akhir-akhir ini mulai pudar.

“Salah satu langkah yang segera akan kami laksanakan sebagai pendorong keberhasilan penerapan konsep eco office yakni dengan dilaksanakannya program jum’at bersih yang tidak hanya melibatkan jajaran karyawan, namun lebih luas lagi yakni dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat di tingkat RT dan RW, desa dan kelurahan serta kecamatan”, tukas Sekda.  

Agar program ini dapat benar-benar terimplementasi dengan baik, pemerintah daerah nantinya akan memberikan penilaian terhadap lingkungan wilayah RT, desa, kelurahan dan kecamatan terbaik dalam pengelolaan kebersihan lingkungan sekitar kantor dan dalam kantor. Dan sebagai stimulan, bagi yang memperoleh predikat terbaik akan diberikan penghargaan oleh pemerintah daerah.

“Terkait bagaimana teknis penilaiannya dan dinas teknis apa saja yang dilibatkan dalam penilaian, nanti akan segera kita bahas lebih lanjut”, pungkasnya. (Pro)