Hari ini

September Syawal
10
Jumat
1
Jumat
2010
MASEHI
1431
HIJRIAH

Pencarian Dalam Web

Beranda
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kontak
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Berita
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Links
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Login Webmail
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini82
mod_vvisit_counterTotal81626
Menu Path : Beranda
Pemekaran Daerah Untuk Kesejahteraan Masyarakat Print E-mail
The News
Written by Humas   
Kamis, 04 Februari 2010
foto_1.jpgBATULICIN - Pemekaran daerah jangan sampai mengalami kemunduran dan malah mendapat predikat sebagai daerah tertinggal dan akhirnya mengharapkan subsidi dari pemerintah pusat yang berujung pada pembebanan negara. Rubahlah image daerah tertinggal tersebut.
 
     "Pemekaran daerah jangan menjadi beban negara. Mari kita contoh daerah Batola. Batola sekarang bukanlah daerah tertinggal. Itu dikarenakan ada kemauan dari pemerintah setempat dan masyarakatnya untuk berkeinginan berubah. Merubah daerahnya menjadi daerah maju dan berkembang. Batola ingin naik, meninggalkan image daerah tertinggal," demikian dikatakan Adharyani SH selaku Ketua Rombongan Komite 1 DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Bidang Ekonomi dan Pemilu saat melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (27/1).
 
    Dikatakannya, tujuan dari pemekaran daerah adalah untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah yang dikatakan tertinggal menjadi daerah yang berkembang. Akan tetapi, kata dia, tujuan dari pemekaran daerah tersebut ada yang benar-benar terlaksana dengan baik ada juga tidak berjalan dengan baik pula.
 
    "Fungsi dari pemekaran daerah adalah mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah agar berkembang dan tidak ingin dikatakan daerah tertinggal," ujarnya dalam sebuah pertemuan dengan jajaran Pemkab Tanbu di Mahligai Bersujud. Untuk itu, lanjut dia, dalam rancangan undang-undang kedepan akan di desain ulang bagaimana agar jangan sampai sebuah kabupaten pemekaran hanya akan membebani APBN.
 
    "Biasanya selama ini kita lihat, ada kepentingan-kepentingan politis, ketika kalah di Pilkada akan mendirikan kabupaten, mendirikan dan propinsi. Padahal tujuan pemekaran bukan itu," jelasnya. Ketika ditanya terkait kemungkinan daerah otonom akan dikembalikan ke daerah asalnya, Adharyani mengatakan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Hal tersebut dapat dilihat jika daerah otonom itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi dalam mengelola daerahnya.
 
     "Tapi itu riskan dan ada kepentingan-kepentingan politis. Dan ini berbahaya. Mana mungkin daerah pemekaran di gabung dengan induk, terutama kepala daerahnya. Dan DPRD Propinsi mau digabung kemana," katanya. Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Bumbu H Abdul Hakim G, mengatakan, Kabupaten Tanah Bumbu telah berhasil menorehkan beberapa prestasi di tingkat propinsi maupun tingkat nasional.
 
    Meski begitu, dengan torehan segudang prestasi tersebut tidak membuat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjadi bangga dan cepat berpuas diri dengan hasil yang diraih. "Sebaliknya lebih memotivasi lagi kinerja pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan untuk lebih meningkatkan mensejahterakan masyarakat," katanya.
 
     Adapun upaya yang dilakukan, salah satunya dengan meluncurkan bantuan dana pembangunan desa melalui PDSB (Program Desa Sejahtera Bersujud). Dikatakannya, dengan bantuan PDSB tersebut diharapkan desa dapat membangun daerahnya masing-masing. Diakhir pertemuan, Wakil Bupati Tanbu H Abdul Hakim G bertukar cindera mata dengan Ketua Rombongan Komite 1 DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Bidang Ekonomi dan Pemilu Adharyani.
Last Updated ( Selasa, 23 Februari 2010 )
 
< Prev   Next >