Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:124 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:426 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
KASPIN Dorong Peningkatan Kualitas Kelua…

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KASPIN Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga Tanah Bumbu Yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera Berangkat dari visi dan misi untuk memberikan pelayanan langsung dan gratis kepada publik khususnya...

Administrator 29 Jul 2013 Hits:1180 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Pendidikan

Rabu, 07 November 2012 01:34 administrator Berita - Pendidikan
Cetak PDF

CAPAIAN PROGRAM STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


  • PROGRAM STRATEGIS

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945 dinyatakan bahawa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis dan gender. Pemerataan pendidikan yang bermutu akan membekali masyarakat dengan intelektualitas dan keterampilan hidup agar mampu menjadi pelaku dalam pembangunan.

Dengan perspektif pendidikan yang tidak hanya menganggap penting aspek intelektualnya saja melainkan juga aspek watak, moral, sosial dan fisik peserta didik, maka diperlukan perencanaan strategis yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya yang seimbang.

Program Strategis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Renstra Disdikpora) Kabupaten Tanah Bumbu merupakan penjabaran dari visi, misi, Bupati Tanah Bumbu yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Tanah Bumbu 2011 – 2015 dengan fokus peningkatan Kualitas/mutu Sumber Daya Manusia (SDM) hal ini akan dicapai melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat  untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, murah dan terjangkau.

Untuk merealisasikan ini telah ditetapkan Beberapa program prioritas antara lain :

  1. Program Pendidikan Anak Usia Dini
  2. Program Wajib belajar Pendidikan dasar 9 Tahun
  3. Program Pendidikan Menengah
  4. Pendidikan non forma
  5. Program Pendidikan Luar Biasa
  6. Program Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
  7. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan
  8. Program manajemen pelayanan pendidikan

Untuk merealisasikan program ini pemerintah kabupaten Tanah Bumbu memprogramkan Bebas SPP melalui Banatuan Operasional Pendidikan (BOP) yakni  program pemerintah yang pada dasarnya untuk penyediaan pendanaan biaya bagi satuan pendidikan sehingga tidak dibebankan kepada siswa.. Program ini di luar program pemerintah pusat melalui BOS. Sasaran program ini dari jenjang pendidikan PAUD, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP),dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sementara pada  Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) melalui program Bantuan Operasional Bantuan Manajemen Mutu (BOMM)

Tujuan Program bebas SPP melalui BOP dan BOMM ini adalah :

  1. Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa baik negeri maupun Swasta di semua jenjang dan jenis pendidikan terhadap biaya operasi sekolah
  2. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin  dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekoalah negeri maupun swasta
  3. Memberikan peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan
  • Besaran pembiayaan

Sejak tahun anggaran 2010 Pemerintah daerah telah menganggarkan pendanaan untuk program bebas SPP. Di semua jenjang dan jenis pendidikan . besaran dana yang dianggarkan dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan. Ini menunjukkan komitmen dan kepedulian pemerintah daerah untuk membuka seluas-luasnya kesempatan memperoleh layanan pendidikan bagi semua masyarakat.  Besaran biaya  yang dianggarkan terlihat dalam tabel dibawah ini :

DISTRIBUSI DANA BOPDAN BOMM

PER JENJAG PENDIDIKAN








JENJANG

TAHUN 2010

TAHUN 2011

TAHUN 2012

JLH SISWA

BOP

JLH SISWA

BOP

JLH SISWA

BOP

TK

7.083

637.470

7.565

351.460.000

8.081

193.584.000

SD

35.640

1.595.700

31.057

1.164.637.500

37.146

1.512.600.000

SMP/MTS

11.585

695.100.000

11.433

2.743.000.000

12.126

3.263.040.000

SMA

1.779

160.110.000

7.946

12.561.800

8.477

15.458.000.000

Perkembangan jumlah dana yang dikucurkan pemerintah daerah mampu meningkatkan akses layanan pendidikan disemua jenjang, hal ini terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang  terus mengalami peningkatan. Di tingkat SD/MI mislnya pemerintah sejak tahun 2011 mengalokasikan dana Rp. 12,500/siswa, Sementara untuk SD dengan katagori Rintisan Sekolah Bertarap Internasional  Rp.150.000/siswa/bulan. Ditingkat SMP dialokasikan dana Rp. 20.000/siswa/bulan. Dari alokasi ini siswa dibebaskan dari semua pungutan. Sementara di tingkat SMA/SMK/MA dikenal dengan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), besaran dana yang dialokasikan masing- masing berbeda berdasarkan status akreditasi. Di tingkat SMK dengan akreditasi A Rp.200.000/siswa/bulan, Akreditasi B Rp 175.000 dan akreditasi C Rp. 150.000 dari alokasi ini  siswa dibebaskan dari semua pungutan dalam bentuk apapun. SMA akreditasi A Rp.150.000, Akreditasi B. Rp. 125.000, Akreditasi C Rp. 100.000

Hal ini berdampak pada peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) di masing masing jenjang , artinya terjadi penigkatan akses masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan lihat pada ketercapaian indikator program dibawah ini :

  • Target Capaian Indikator

Indikator Kinerja

TAHUN 2010

TAHUN 2011

TAHUN 2012

Target

Realisasi

%

Target

Realisasi

%

Target

Realisasi

%

Meningkatnya :

-   APK PAUD

-   APM SD

-   APK SMP

-   APK SMA/SMK

 

45 %

100 %

98 %

70 %

 

41,13 %

99,72 %

93,01 %

62,73 %

 

91,40

99,72

94,91

89,61

 

41,90 %

98,17 %

96,18 %

74,22 %

 

45,44 %

98,79 %

92,08 %

63,84 %

 

125,16

100,68

95,74

86,01

 

 

42,68

98,54

97,14,

76,92

 

 

 

 

52,68,98,98

92,52

66,95

 

 

 

123

100,53

98,33

87,04

Rasio siswa SMK  :  siswa SMA

 

50 : 50

 

41,51% 58,49 %

 

83,02

 

 

43,57 %

 

 

43,57 %

 

 

100

 

 

45:55

 

 

49:51

 

 

108,89

 

Meningkatnya angkamelek huruf

 

 

98 %

 

95,03 %

 

96,97

 

95,50

 

 

95,33

 

 

99,82

 

 

95,82

 

 

95,82

 

 

99,86

Rata-rata lama sekolah

7,40

7,09

 

7,50

 

7,40

 

98,67

7,55

7, 40

94,87

 

Perluasan akses pendidikan merupakan pilar kebijakan yang diarahkan untuk memperluas daya tampung satuan pendidikan, dengan tujuan akhir agar semua masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan. Pada tahun 2011 SAMPAI TAHUN 2012 telah dilaksanakan sejumlah program perluasan akses pendidikan sebagai implementasi dari kebijakan pokok perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Sehingga secara tidak langsung dari pencapaian yang diperoleh dari implementasi tersebut, menunjukkan adanya peningkatan kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, walaupun secara keseluruhan belum maksimal sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan.

  1. APK PAUD yang dicapai pada tahun 2012 melebihi dari target kinerja yang ditetapkan. Kondisi ini disebabkan meningkatnya jumlah peserta didik PAUD non Formal yang dikembangkan secara swadaya dari masyarakat melalui lembaga Kegiatan Bermain (Play Group) dan Tempat Penitipan Anak yang didukung oleh bantuan Operasional Pendidikan dari pemerintah daerah. APK Tahun 2012 di jenjang ini adalah 52,68
  2. APM SD yang tercapai tahun 2011 sebesar 98,79 % dari target 98,17 %. Hal ini berarti ada kelebihan sekitar 0,68 % dari target . Kondisi ini disebabkan antara lain adanya mutasi anak usia 7 - 12 th dari luar kabupaten Tanah Bumbu yang tercatat telah bersekolah pada satuan pendidikan sekolah dasar. Angka ini juga mengalami kenaikan di tahun 2012. Yakni sebesar 98,98
  3. APK SMP yang tercapai pada tahun 2011 sebesar 92,08 % dari target 96,18 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada 4,10 % dari target yang ditetapkan anak usia 13 – 15 th yang belum tertampung pada satuan pendidikan SMP/sedarajat. Begitu juga dengan tahun 2012 mengalami kenaikan yang signifikan yakni pada angka 92,52
  4. APK SMA yang tercapai pada tahun 2011 sebesar 63,84 % dari target 74,22 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada 10,38 %  dari target yang ditetapkan anak usia 16 – 18 th yang belum tertampung pada satuan pendidikan SMA/sedarajat. APK di tingkat SMA tahun 2013 mencapai 66,95

Dalam rangka meningkatkan daya tampung  dari satuan pendidikan TK/PAUD sampai dengan Sekolah Menengah, maka diupayakan melalui penambahan dan perluasan akses. Pelaksanaan peran ini melalui pembangunan gedung sekolah baru dan penambahan ruang kelas baru.

Salah satu indikator kunci Renstra Kementrian Pendidikan Nasional adalah peningkatan  rasio siswa SMK : siswa SMA = 50 % : 50 %, pada tahun 2012. Kondisi ini diharapkan agar SMK mampu mencetak lulusan sebagai angkatan kerja yang potensial, sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Hal ini tentunya perlu didukung dengan ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai, disamping pendidik yang handal sesuai dengan kompetensinya. Pada tiga tahun terahir capaian target sudah menunjukkan hasil yang signifikan yaitu 100 %, atau siswa SMK di Tanah Bumbu sudah mencapai 43 % dari target 57 % dari seluruh jumlah siswa SMA/MA/SMK . Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan peningkatan akses untuk SMK. Tahun 2011 dan 2012 telah terlaksana pembangunan ruang kelas baru, khususnya melalui dana  Dekonsentrasi.

Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks) menempatkan salah satu indikatornya peningkatan prosentase angka melek huruf bagi penyandang buta aksara usia 15 th ke atas. Pada tahun 2011 telah prosentase melek aksara bagi penyandang buta aksara usia 15 th ke atas adalah 95,33 %  atau capaian target kinerja sebesar 99,82 %. Padahal kondisi ideal tahun 2011 harus sudah mencapai angka kurang dari 4 % untuk penyandang buta aksara di kabupaten Tanah Bumbu. Upaya nyata yang harus dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga sebagai dinas teknis yang secara langsung menangani masalah tersebut adalah dengan program Keaksaraan Fungsional (KF). Diharapkan melaui program KF ini, akan terlaksana pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga bagi penyandang buta aksara yang telah dinyatakan lulus dan mendapat Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dapat melakukan secara mandiri baca, tulis dan berhitung.

Selanjutnya, indikator IPM yang berpengaruh adalah rata-rata lama sekolah. Pada tahun 2011 ini, angka rata-rata lama sekolah kabupaten Tanah Bumbu mencapai 7,40 tahun dari target 7,50 tahun. Sehingga apabila dilihat dari sub indikator prosentase Angka Kelulusan (AL)  SD/MI =  98,10 %, SMP/MTs =  96,81 % dan SMA/MA/SMK =  99,97 %, telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sedangkan dari persentase Angka Putus Sekolah (APS), masih cukup tinggi, dimana target diharapkan < 1 %, tetapi untuk APS SMP mencapai 1,48 %.

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|